REBA (Rapid Entire Body Assessment)

2 03 2010

Rapid Entire Body Assessment (REBA) adalah sebuah metode dalam bidang ergonomi yang digunakan secara cepat untuk menilai postur leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki seorang pekerja. REBA memiliki kesamaan yang mendekati metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment), tetapi metode REBA tidak sebaik metode RULA yang menunjukkan pada analisis pada keunggulan yang sangat dibutuhkan dan untuk pergerakan pada pekerjaan berulang yang diciptakan, REBA lebih umum, dalam penjumlahan salah satu sistem baru dalam analisis yang didalamnya termasuk faktor-faktor dinamis dan statis bentuk pembebanan interaksi pembebanan perorangan, dan konsep baru berhubungan dengan pertimbangan dengan sebutan “The Gravity Attended” untuk mengutamakan posisi dari yang paling unggul.

Metode REBA telah mengikuti karakteristik, yang telah dikembangkan untuk memberikan jawaban untuk keperluan mendapatkan peralatan yang bisa digunakan untuk mengukur pada aspek pembebanan fisik para pekerja. Analisa dapat dibuat sebelum atau setelah sebuah interferensi untuk mendemonstrasikan resiko yang telah dihentikan dari sebuah cedera yang timbul. Hal ini memberikan sebuah kecepatan pada penilaian sistematis dari resiko sikap tubuh dari seluruh tubuh yang bisa pekerja dapatkan dari pekerjaannya.

Pengembangan dari percobaan metode REBA adalah:

  1. Untuk mengembangkan sebuah sistem dari analisa bentuk tubuh yang pantas untuk resiko musculoskeletal pada berbagai macam tugas
  2. Untuk membagi tubuh kedalam bagian-bagian untuk pemberian kode individual, menerangkan rencana perpindahan
  3. Untuk mendukung sistem penilaian aktivitas otot pada posisi statis (kelompok bagian, atau bagian dari tubuh), dinamis (aksi berulang, contohnya pengulangan yang unggul pada veces/minute, kecuali berjalan kaki), tidak cocok dengan perubahan posisi yang cepat.
  4. Untuk menggapai interaksi atau hubungan antara seorang dan beban adalah penting dalam manipulasi manual, tetapi itu tidak selalu bisa dilakukan dengan tangan.
  5. Termasuk sebuah faktor yang tidak tetap dari pengambilan untuk manipulasi beban manual
  6. Untuk memberikan sebuah tingkatan dari aksi melalui nilai akhir dengan indikasi dalam keadaan terpaksa

Metode REBA juga dilengkapi dengan faktor coupling, beban eksternal aktivitas kerja. Dalam metode ini, segmen-segmen tubuh dibagi menjadi dua group, yaitu group A dan group B. Group A terdiri dari punggung (batang tubuh), leher, dan kaki. Sedangkan group B terdiri dari lengan atas, lengan bawah, dan pergelangan tangan. Penilaian postur kerja pada masing-masing group tersebut didasarkan pada postur-postur pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Postur Tubuh Group A dan B

TRUNK
Movement Score Correction
Raised 1 To add

+ 1 if there is torsion or roll

0o-20o flexion

0o-20o extension

2
20o-60oflextion

>20o extention

3
>60o flextiom 4
NECK
Movement Score Correction
0o-20o flexion 1 To add

+ 1 if there is torsion or roll

0o-20o flexion or   extention 2

Tabel 2.1 (Lanjutan)

LEGS
Movement Score Correction
Bilateral, walking or seated support 1 To add

+ 1 if there is flexion of knees between 30o and 60o

Unilateral support, light support or unstabel position 2 To add

+ 2 if knees are flexionadas more of 60o (except for sedente position)

ARMS
Position Score Correction
0o-20o flexion or extension 1 To add

+ 1 if there is torsion or roll

+1 elevation of the shoulder

–                     1 if there is support or  position in favor of the gravity

>20o extention 2
20o-45oflextion or extention 3
>90o flextiom 4
FORERMS
Position Score Correction
60o-100o flexion 1 To add

+ 1 if there is torsion or roll

<60o flexion

>100o extention

2

Tabel 2.1 (Lanjutan)

WRISTS
Position Score Correction
0o-15o flexion extension 1 To add

+1 if there is torsion or lateral deviation

>15o flexion extension 2

Sumber: Hignett, 2000

Penentuan skor REBA, yang mengindikasikan level resiko dari postur kerja, dimulai dengan menggunakan skor A untuk postur-postur group A dengan skor beban (load) dan skor B untuk postur-postur group B ditambah dengan skor coupling dengan mengacu pada tabel 2.2, tabel 2.3, tabel 2.4, dan tabel 2.5. kedua skor tersebut (skor A dan B) digunakan untuk menentukan skor C (lihat tabel 2.6). adapun gambaran selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2.2. dari nilai REBA dapat diketahui level resiko pada sistem muscolusceletal dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut berdasarkan klasifikasi tabel 2.9.

Tabel 2.2 Tabel A

Punggung
1 2 3 4 5
Leher=1 Kaki
1 1 2 2 3 4
2 2 3 4 5 6
3 3 4 5 6 7
4 4 5 6 7 8
Leher=2 Kaki
1 1 3 4 5 6
2 2 4 5 6 7
3 3 5 6 7 8
4 4 6 7 8 9

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.2 (Lanjutan)

Punggung
1 2 3 4 5
Leher=3 Kaki
1 3 4 5 6 7
2 3 5 6 7 7
3 5 6 7 8 8
4 6 7 8 9 9

Sumber: Hignett, 2000

Tabel. 2.3 Skor Berat Beban yang Diangkat

0 1 2 +1
<5 Kg 5-10 Kg >10 Kg Penambahan beban yang secara tiba-tiba atau secara cepat

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.4 Tabel B

Lengan Atas
1 2 3 4 5 6
Lengan Bawah = 1 Pergelangan
1 1 1 3 4 6 7
2 2 2 4 5 7 8
3 2 3 5 5 8 8
Lengan Bawah = 2 Pergelangan
1 1 2 4 5 7 8
2 2 3 5 6 8 9
3 3 4 6 7 8 9

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.5 Skor Coupling

0

Good

1

Fair

2

Poor

3

Unaccepttabel

Pegangan pas & kuat ditengah, genggaman kuat Pegangan tangan bisa diterima tapi tidak ideal atau coupling lebih sesuai digunakan oleh bagian lain dari tubuh Pegangan tangan tidak bisa diterima walaupun memungkinkan Dipaksakan, genggaman yang tidak aman,tanpa pegangan, coupling tidak sesuai digunakan oleh tubuh

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.6 Tabel C

Score A
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Score B 1 1 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
2 1 2 3 4 4 6 7 8 9 10 11 12
3 1 2 3 4 4 6 7 8 9 10 11 12
4 2 3 3 4 4 6 7 9 10 11 11 12
5 3 4 4 5 6 8 9 10 10 11 12 12
6 3 4 5 6 7 8 9 10 10 11 12 12
7 4 5 6 7 8 9 9 9 11 11 12 12
8 5 6 7 8 8 9 10 10 11 12 12 12
9 6 6 7 8 9 10 10 10 11 12 12 12
10 7 7 8 9 9 10 11 11 12 12 12 12
11 7 7 8 9 9 10 11 11 12 12 12 12
12 7 8 8 9 9 10 11 11 12 12 12 12

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.7 Activity Score

+1 : 1 atau lebih bagian tubuh statis, ditahan lebih dari satu menit

+2 : Penggulangan gerakan dalam rentang waktu singkat, diulang lebih dari 4 kali permenit (tidak termasuk berjalan)

+3 : Gerakan menyebabkan perubahan atas pergersersan postur yang cepat dari posisi awal

Sumber: Hignett, 2000

Tabel 2.8 Tabel Level Resiko danTindakan

Action Level Skor REBA Level Resiko Tindakan Perbaikan
0 1 Bila diabaikan Tidak perlu
1 2-3 Rendah Mungkin Perlu
2 4-7 Sedang Perlu
3 8-10 Tinggi Perlu Segera
4 11-15 Sangat tinggi Perlu Saat ini juga

Sumber: Hignett, 2000

Gambar 2.2 Lembar Periksa Tahapan Skor REBA

Sumber: Hignett dan McAtamaney, 2000

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: