KOMITMEN SEORANG KARYAWAN

3 11 2011

KOMITMEN SEORANG KARYAWAN

Saya fakir hal inilah yang menjadi inti dari pokok permasalahan di banyak perusahaan, saya ambil sebagai contoh seorang petinggi disebuah perusahaan X, pada sebuah ajang presentasi kenaikan jabatan, mengeluarkan statement seperti ini.

“Jadi apa yang membuat karyawan perusahaan kita seperti ini”

(Seperti ini dalam artian kemerosotan, tidak memiliki komitmen dan bla bla bla, intinya yang negative semua). Kemudian dia menjawab sendiri, yang membuat seperti ini adalah rasa memiliki terhadap perusahaan ini yang tidak ada. Saya sendiri jadi tertawa mendengar statement seperti ini,,… oke jangan protes, tahan dulu kenapa saya tertawa,….. akan saya jabarkan berikut ini kenapa saya tertawa.

Kemudian ada contoh kasus lain, Seorang petinggi sebuah perusahaan X, mengatakan statement dalam sebuah diskusi kecil seperti ini “Kalian tidak usah melawan, tidak usah protes, kalian tetap saja kalah, saya ini owner, pemilik kalian”, hahaha,.. kembali lagi saya tertawa, dalam hal ini (Rule no.1 Boss is always right, rule no.2 When Boss is not right, see rule no.1). seperti zaman zamannya waktu ospek kuliah ya?. Emangnya manusia itu makhluk sempurna yang bisa benar terus nyaris tanpa kesalahan. Tidak butuh ide dan kreatifitas orang lain, kalau begini, hak bersuara dan berkreatifitas karyawan terbatas donk, tidak bisa mengemukankan pendapat. Bagaimana organisasi/perusahaan bisa maju kalau seperti ini. Boss is Cleaver tapi jikalau semua karyawan diajak pacu lari kencang kencang sesuai dengan kepintarannya, Emangnya bisa??? Kapasitas karyawan kan berbeda beda, ada yang bisa diajak lari kencang, ada yang biasa saja, ada yang ah nantilah, ya kalau mau ngajak lari kencang rekrut saja anak buah/karyawan yang pintar pintar dan bisa diajak lari kencang, kalau perlu professor semua yang di rekrut.

Contoh diatas adalah hal kecil dari sekian kasus yang terjadi di banyak perusahaan, intinya andaikan para petinggi dan pemangku jabatan atau orang yang berpengaruh disebuah perusahaan itu lebih peduli dengan apa itu komitmen dedikasi dan loyalitas seorang karyawan, bisa jadi perubahan kearah positive demi mencapai tujuan organisasi akan tercapai secara Optimal bukan maksimal ya (cari sendiri apa itu Optimal dan Maksimal). Paling tidak kalau akan memperbaiki sebuah system yang besar harus juga donk memperhatikan subsistem paling terkecil pembentuknya.
Oke sekarang kita masuk ke pembahasan, Apa itu Komitmen dari seorang Karyawan/ anggota organisasi.

A. Pengertian Komitmen Organisasi
Ada dua pendekatan dalam merumuskan definisi komitmen dalam berorganisasi. Yang pertama melibatkan usaha untuk mengilustrasikan bahwa komitmen dapat muncul dalam berbagai bentuk, maksudnya arti dari komitmen menjelaskan perbedaan hubungan antara anggota organisasi dan entitas lainnya (salah satunya organisasi itu sendiri). Yang kedua melibatkan usaha untuk memisahkan diantara berbagai entitas di mana individu berkembang menjadi memiliki komitmen. Kedua pendekatan ini tidak compatible namun dapat menjelaskan definisi dari komitmen, bagaimana proses perkembangannya dan bagaimana implikasinya terhadap individu dan organisasi. Sedangkan Michael Amstrong dalam bukunya “managing people” menyatakan bahwa komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan.

Pada dasarnya melaksanakan komitmen sama saja maknanya dengan menjalankan kewajiban, tanggung jawab, dan janji yang membatasi kebebasan seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi karena sudah punya komitmen maka dia harus mendahulukan apa yang sudah dijanjikan buat organisasinya ketimbang untuk hanya kepentingan dirinya. Di sisi lain komitmen berarti adanya ketaatan seseorang dalam bertindak sejalan dengan janji-janjinya. Semakin tinggi derajad komitmen karyawan semakin tinggi pula kinerja yang dicapainya.

Meyer dan Allen (1991) merumuskan suatu definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi. Berdasarkan definisi tersebut anggota yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan anggota yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi

Penelitian dari Baron dan Greenberg (1990) menyatakan bahwa komitmen memiliki arti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai perusahaan, di mana individu akan berusaha dan berkarya serta memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut

Berdasarkan berbagai definisi mengenai komitmen terhadap organisasi maka dapat disimpulkan bahwa komitmen terhadap organisasi merefleksikan tiga dimensi utama, yaitu komitmen dipandang merefleksikan orientasi afektif terhadap organisasi, pertimbangan kerugian jika meninggalkan organisasi, dan beban moral untuk terus berada dalam organisasi. Sebuah komitmen akan melahirkan Dedikasi dan loyalitas terhadap perusahaan, dedikasi terhadap perusahaan itu sendiri adalah pengorbanan tenaga, fikiran, waktu, demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan perusahaan. Sementara loyalitas itu sendiri adalah memiliki makna kesediaan seorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun.

B. Bentuk komitmen dalam organisasi
Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam. Bisa dalam bentuk dedikasi/loyalitas, tanggung jawab, kerjasama, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, semangat, mutu kerja, keadilan, dan integritas kepribadian. Semua bentuk aktualisasi budaya kerja itu sebenarnya bermakna komitmen. Ada suatu tindakan, dedikasi, dan kesetiaan seseorang pada janji yang telah dinyatakannya untuk memenuhi tujuan organisasi dan individunya

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi sebagai suatu sikap yang didefinisikan sebagai kekuatan relatif suatu identifikasi dan keterlibatan individu terhadap organisasi tertentu (Mowday, dkk. 1982 : 27).

Komitmen organisasi ini memiliki dua komponen yaitu :

1. Sikap
2. Kehendak untuk bertingkah laku

Sikap mencakup:
a) Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Tampil melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai perusahaan, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi
b) Keterlibatan dengan peranan pekerjaan di organisasi tersebut, karyawan yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua pekerjaan yang diberikan padanya. Otonomi dalam pelaksanaan pekerjaan adalah sangat penting. Hal ini merupakan sebuah tanggung jawab atas pekerjaan seseorang beserta hasilnya. Artinya para pekerja diberi kebebasan untuk mengendalikan sendiri pelaksanaan tugasnya berdasarkan uraian dan spesifikasi pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Dengan memberikan kebebasan dalam memutuskan sendiri cara penyelesaian pekerjaan, akan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya serta tingkat kepuasannya menjadi besar
c) Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya keterikatan emosional dan keterikatan antara perusahaan dengan karyawan. Karyawan dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan.

Kesetiaan pada organisasi berarti seorang pegawai ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu yang lama. Selama seseorang berkarya dalam suatu organisasi, selama itu pula ia berkewajiban menunjukkan loyalitasnya kepada organisasi tersebut.

Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
a) Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampil melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar perusahaan dapat maju. Karyawan dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib perusahaan.
b) Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada karyawan yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari perusahaan dan ada keinginan untuk bergabung dengan perusahaan dalam waktu lama.

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap perusahaan, terlibat sungguh-sungguh dalam pekerjaan dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap perusahaan. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan perusahaan dan keinginan untuk tetap bergabung dengan perusahaan dalam jangka waktu lama.

C. Aspek-aspek yang dapat membangkitkan komitmen karyawan
Menurut Steers (1985 : 53) komitmen organisasi memiliki tiga aspek utama, yaitu :identifikasi, keterlibatan dan loyalitas karyawan terhadap organisasi atau perusahaannya.

Aspek Pertama
Yaitu rasa identifikasi, yang mewujud dalam bentuk kepercayaan karyawan terhadap organisasi, dapat dilakukan dengan memodifikasi tujuan organisasi, sehingga mencakup beberapa tujuan pribadi para karyawan ataupun dengan kata lain perusahaan memasukkan pula kebutuhan dan keinginan karyawan dalam tujuan organisasinya. Sehingga akan membuahkan suasana saling mendukung diantara para karyawan dengan organisasi. Lebih lanjut, suasana tersebut akan membawa karyawan dengan rela menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya tujuan organisasi, karena karyawan menerima tujuan organisasi yang dipercayai telah disusun demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka pula (Pareek, 1994 : 113).

Aspek Kedua
Yaitu keterlibatan atau partisipasi karyawan dalam aktivitas-aktivitas keorganisasian juga penting untuk diperhatikan karena adanya keterlibatan karyawan menyebabkan mereka akan mau dan senang bekerja sama baik dengan pimpinan ataupun dengan sesama teman kerja. Salah satu cara yang dapat dipakai untuk memancing keterlibatan karyawan adalah dengan memancing partisipasi mereka dalam berbagai kesempatan pembuatan keputusan, yang dapat menumbuhkan keyakinan pada karyawan bahwa apa yang telah diputuskan adalah merupakan keputusan bersama. Disamping itu, karyawan merasakan diterima sebagai bagian utuh dari organisasi, dan konsekuensi lebih lanjut, mereka merasa wajib untuk melaksanakan bersama karena adanya rasa terikat dengan yang mereka ciptakan (Sutarto, 1989 :79). Oleh Steers (1985 : 53) dikatakan bahwa tingkat kehadiran mereka yang memiliki rasa keterlibatan tinggi umumnya tinggi pula. Mereka hanya absen jika mereka sakit hingga benar-benar tidak dapat masuk kerja. Jadi, tingkat kemangkiran yang disengaja pada individu tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pekerja yang keterlibatannya lebih rendah. (pernahkah perusahaan anda memberikan apresiasi terhadap karyawan yang mempunyai kesadaran hal ini). Disiplin adalah sebuah kunci dari segala aktivitas yang kita kerjakan.
Ahli lain, Beynon (dalam Marchington, 1986 : 61) mengatakan bahwa partisipasi akan meningkat apabila mereka menghadapi suatu situasi yang penting untuk mereka diskusikan bersama, dan salah satu situasi yang perlu didiskusikan bersama tersebut adalah kebutuhan serta kepentingan pribadi yang ingin dicapai oleh karyawan organisasi. Apabila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi hingga karyawan memperoleh kepuasan kerja, maka karyawanpun akan menyadari pentingnya memiliki kesediaan untuk menyumbang usaha bagi kepentingan organisasi. Sebab hanya dengan pencapaian kepentingan organisasilah, kepentingan merekapun akan lebih terpuaskan.

Aspek ketiga
Yaitu loyalitas karyawan terhadap organisasi memiliki makna kesediaan seorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun (Wignyo-soebroto, 1987). Kesediaan karyawan untuk mempertahankan diri bekerja dalam perusahaan adalah hal yang penting dalam menunjang komitmen karyawan terhadap organisasi dimana mereka bekerja. Hal ini dapat diupayakan bila karyawan merasakan adanya keamanan dan kepuasan di dalam organisasi tempat ia bergabung untuk bekerja.

D. Pentingnya memahami komitmen organisasi kerja bagi pengusaha
Seorang karyawan yang semula kurang memiliki komitmen berorganisasi, namun setelah bekerja ternyata selain mendapat imbalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ada hal-hal yang menarik dan memberi kepuasan. Hal itu akan memupuk berkembangnya komitmen berorganisasi. Apalagi jika banyak hal yang dapat memberikan kesejahteraan, jaminan keamanan, misalnya ada koperasi, ada fasiltas transportasi, ada fasilitas yang mendukung kegiatan kerja sehingga dapat bekerja dengan penuh semangat, lebih produktif dan efisien dalam menjalankan tugasnya. Namun juga sebaliknya jika iklim organisasi kerja dalam perusahaan tersebut kurang menunjang, misalnya fasilitas kurang, hubungan kerja kurang harmonis, jaminan sosial dan keamanan kurang, maka komitmen organisasi kerja menjadi makin luntur atau bahkan tempat bekerjanya dijelek-jelekkan sehingga dapat menimbulkan kerawanan sosial dalam organisasi kerja, hal itu dapat menimbulkan mogok kerja, demonstrasi, pengunduran diri dan sebagainya.

Bagaimana komitmen organisasi dengan karyawan kontrak, karena akhir-akhir ini banyak perusahaan yang menggunakan karyawan kontrak. Secara psikologis tentu perlu dicermati, karena komitmen organisasi, munculnya lebih psikologis dibanding kebutuhan sosio-ekonomik yang bersumber dari gaji atau upah. Orang mencari kerja awalnya agar memperolah status sebagai karyawan dan mendapatkan imbalan gaji atau upah. Namun setelah bekerja tuntutannya bukan hal itu saja, suasana kerjanya menyenangkan atau cocok apa tidak, sehingga ia merasa sejahtera apa tidak, merasa puas apa tidak hal itu semua akan mendorong munculnya komitmen dalam organisasi kerjanya. Pada karyawan kontrak, umumnya 6 bulan pertama orang baru menyesuaikan dengan tugas dan biasanya baru terlihat efisien dalam menjalankan tugasnya. Namun dalam bulan-bulan berikutnya ia sudah harus berfikir bahwa akhir tahun masa kontrak habis dan harus memperpanjang, itupun masih meragukan apakah dapat diperpanjang atau tidak; jika secara kebetulan dapat diperpanjang maka secara disadari atau tidak ketentraman dalam menjalankan tugas terganggu. Begitu juga jika diperpanjang untuk tahun kedua, terutama akhir tahun karyawan umumnya sudah terlihat gelisah karena setelah tahun kedua tidak diperpanjang, sehingga efisiensi kerjanya menjadi kurang, karena perhatian untuk mencari kerja di tempat lain menjadi lebih besar. Maka bagi karyawan kontrak kiranya sulit diukur ada atau tidaknya komitmen organisasi kerja, apalagi bahwa komitmen tersebut menyangkut aspek loyalitas dan sebagainya. Setidaknya untuk karyawan kontrak bisa berkomitmen dengan kontrak yang telah disepakati, dengan mempuanyai komitmen dedikasi dan loyalitas pasti akan terbentuk dengan sendirinya, dalam artian loyalitas dalam keadaan yang wajar sebagai karyawan kontrak, bukan loyalitas yang berlebihan, loyalitas berlebih hanya untuk orang orang yang mau digaji dibawah standard pendidikannya. (Masalah Undang Undang Ketenagakerjaan Bisa di baca di UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN).
Untuk posisi posisi penting perusahaan yang mempekerjakan karyawan kontrak, seperti SDM, sebagian rahasia perusahaan ada disana, ketika bagian ini dipegang oleh karyawan berstatus kontrak dengan ilustrasi Komitmen Kerja sebagai karyawan kontrak yang saya ilustrasikan di atas, sungguh sangat malang sekali perusahaan itu, jika ditinggal sewaktu waktu oleh karyawan itu, pastinya aktivitas kerja akan terganggu. Bagaimana bisa memotivasi karyawan lain jika penggeraknya (orang SDM mempunyai komitmen seperti diatas). Bagaimana bisa berkreativitas, berinovasi untuk kemajuan perusaaan, kalau kepesertaan terhadap organisasinya tidak jelas sampai kapan, bagaimana bisa mempunyai rasa memiliki perusahaan jika kasusnya seperti ini. Bahkan yang berstatus karyawan tetap pun tidak bisa ber komitmen jikalau hal hal yang saya jabarkan diatas tidak terpenuhi, kreatifitasnya terbatasi oleh Boss yang pakai pasal (Rule no.1 Boss is always right, rule no.2 When Boss is not right, see rule no.1), mau memperbaiki system besar kok sub system terkecil pembentuknya tidak diperhatikan. Apakah bisa???
Sudah tau kan kenapa saya tertawa mendengar statement yang saya ceritakan diatas.

Kesimpulan
Sebuah komitmen harus timbul dari hati yang paling dalam dari seorang individu, dalam menjalankan kehidupan atau meraih cita-citanya. Dan apabila setiap individu dalam organisasi memiliki suatu komitmen yang besar untuk melakukan yang terbaik bagi pekerjaannya masing-masing, tentunya hal itu merupakan suatu modal besar bagi perusahaan dalam mewujudkan cita-citanya. Sehingga betapa pentingnya sebuah komitmen bagi keberlangsungan hidup sebuah organisasi.

Sumber :

http://www.kamusbesar.com/

http://www.artikata.com/

http://alaulawy.blogspot.com/2011/02/komitmen-kerja-personalia.html

dan berbagai sumber





Proses Rekonsiliasi dan Pembuatan Adjustment

23 06 2011

Dalam proses penyusunan Laporan Inventory, Sales & Keuangan, rekonsiliasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Melakukan rekonsiliasi berarti mencoba untuk membenarkan pencatatan semua transaksi Penjualan dan yang dikeluarkan di Inventory serta berapa uang yang diterima keuangan yang ada di perusahaan dengan pencatatan Bank atas transaksi keuangan perusahaan. Pada prinsipnya, pencatatan Bank adalah selalu benar.
Dalam akuntansi terapan di Indonesia kita mengenal yang namanya SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Standar inilah yang menjadi tolak ukur atau panduan proses pencatatan akuntansi di sebuah perusahaan. Standar ini pula yang menjadi “kitab” pembenaran atas penyajian sebuah Laporan Keuangan. Yang jelas, seimbangnya posisi debit dan credit menjadi hasil akhir sebuah Neraca Laporan Keuangan perusahaan.
Inventory harus berdasarkan perintah sales untuk mengeluarkan barang. Apabila inventory melakukan pengeluaran barang atas dasar adjustment yang lain seperti pengeluaran barang karantina (barang rusak, habis masa aktif, dalam proses return ke vendor). dan penerimaan stok yang tidak sesuai dengan berita acara penerimaan barang, inventory harus membuat adjustment tersendiri yang diketahui oleh sales dan keuangan.
Sales harus dengan kwitasi, dan atau berita acara ketika akan melakukan penjualan dan mutasi barang. Untuk mutasi harus dibagi dua, pertama mutasi barang yang sudah dipindah masih menjadi inventaris gudang lama sehingga jika ada penjualan atau transaksi barang, billing akan mengacu pada gudang lama, dan yang kedua barang yang sudah dipindah menjadi inventaris gudang baru, billing akan mengacu pada posisi gudang baru. Untuk pencatatan laporan, sales harus beriringan dengan kondisi available di warehouse inventory.
Rekonsiliasi bank, dimana harus mencocokkan antara pencatatan di General Ledger dengan Pencatatan yang ada direkening Koran perusahaan. ( Ancap harus sesuai dengan penjualan dan uang masuk).
Selanjutnya ketiga divisi menjalannya proses rekonsiliasi, menghasilkan outstanding items yang selanjutnya harus disesuaikan dengan jalan membuatkan penyesuaian (adjustment) atas kesalahan pencatatan tersebut. Adjustment harus disesuaikan dengan barang vailable di Inventory, Penjualan, dan uang yang diterima.
Berita acara adjustment dari semua cabang, BO dan OS akan dijadikan bahan rekonsiliasi wilayah yang selanjutnya akan diterbitkan Berita acara adjustment wilayah yang akan dikirim Kepusat.





Friends, Are You Losing Me?

11 02 2011

Go away friends, take your life, take your dream,..

Pernah kehilangan sahabat? Pasti pernah donk! tapi tau kan gimana rasanya?

Sahabat sepermainanku dulu, entah dimana sekarang, sahabat sewaktu sekolah, kuliah juga pergi menjalani hidupnya entah dimana, yang jelas masih di kolong langit, dan ada juga yang sudah membumi.

Tapi aku yakin seorang sahabat ninggalin kita pasti punya alasan tersendiri yang sudah difikirkan dengan matang, misalkan sahabat kita pindah kerja ke luar kota, nikah terus ikut pasangan, melanjutkan pendidikan, menjalani perawatan.

Memang sih ada istilah sahabat sejati, tapi apa harus sampai dibawa mati, duh kasian lah….. Sayang memang, kalo teman sejati aja harus berpisah, cari sahabat kan gampang-gampang susah, tul ga’?

Ada pertemuan, maka ada perpisahan. Udah lumrah kan? Pertemuan digambarkan sebagai situasi yang membahagiakan, walau tak selamanya gitu lho. Sedangkan perpisahan, biasa diwarnai dengan kesedihan and isak tangis, bagai sesuatu yang ga diharapkan. Apalagi jika pisahnya dengan orang-orang yang kita cintai. Coba simak deh, lagunya Stinky, Mungkinkah. I really like this song. Menggambarkan sesuatu yang teramat berat untuk berpisah dengan kekasih.

Orang-orang terkasih bisa aja itu suami atau isteri, keluarga, pujaan hati, ataupun temen atau sahabat. Dengan merekalah kita melewati berbagai peristiwa suka maupun duka. So, wajar jika kemudian bila harus terpisah, dengan segala upaya kita menahannya.

Kadang kita justru baru merasakan makna persahabatan, setelah teman kita benar benar pergi.

Seperti pesen engkong, kalo kamu ditinggal orang yang kamu cintai, jangan terus larut dalam kesedihan yang tiada ujung. Udahlah… itukan proses yang mesti dijalani. Di sekitar kita tuh, masih buaaanyak orang-orang yang kita cintai, menunggu dan berharap ketegaran kita. Apalagi jaman kian maju, sarana komunikasi kian canggih. Temen kita mau ke kutub utara sekalipun, bakalan masih dapat kita hubungi choy… (eh, ngomong ngomong di kutub sana ada HP ga ya? kalo internet? Terus adanya apaan donk???).





Saya Punya Rencana Besar

27 01 2011

Saya Punya rencana besar, mudah mudahan ini bisa terwujud, “Masih secret”. Mohon do’a nya. tks





Jembatan Barelang

29 12 2010

Belum lengkap rasanya bila anda mengunjungi pulau Batam jika belum melihat jembatan barelang secara langsung, pulau batam pulau yang sangat dekat sekali dengan negara tetangga singapore, buat anda yang belum pernah sama sekali pergi ke pulau ini mungkin anda akan merasa asing bila mendengar kata kata teh obeng, ya, masyarakat batam menyebut es teh manis dengan sebutan khas teh obeng, dan teh panas dengan sebutan teh O, dan saat sekarang ini nama ini sudah menjadi ciri khas pulau ini dengan sendirinya, dan menjadi sumber inspiratif pengusaha distro untuk membuat baju berlabel teh obeng yang notabene gak akan pernah kita jumpai dikota lain. nama jembatan barelang ini adalah singkatan dari Batam, Rempang dan Galang, yaitu nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan ini.

Jembatan Barelang merupakan rangkaian enam jembatan yang menghubungkan tiga pulau yaitu Batam, Rempang dan Galang. Seluruh jembatan selesai dibangun pada 1992. Jika digabungkan, panjang keenam jembatan itu mencapai 2 Km. Waktu tempuh dari jembatan satu hingga keenam sekitar 20 menit.

Uniknya, keenam jembatan ini memiliki nama masing-masing yang diambil dari nama raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Melayu-Riau pada abad 15 sampai 18.

Jembatan pertama yang menghubungkan Pulau Batam-Pulau Tonton dinamai Tengku Fisabilillah. Panjangnya mencapai 642 meter persegi (m2). Bentangan jembatan sekitar 350 m2 dengan tinggi 38 m2.

Narasinga menjadi nama jembatan kedua. Penghubung Pulau Tonton dan Pulau Nipah yang relatif lurus tanpa lengkungan ini panjangnya 420 m2, dengan bentang 160 m2 dan tinggi 15 m2. Jembatan ketiga bernama Ali Haji. Dengan panjang 270 m2, bentang 45 m2dan tinggi 15 m2 jembatan ini menghubungkan Pulau Nipah-Pulau Setokok. Tonton, Nipah dan Setokok masih dalam gugusan Kepulauan Batam.

Berikutnya, Jembatan Sultan Zainal Abidin. Penghubung Pulau Setokok – Pulau Rempang memiliki panjang 365 m2, bentang 145 m2, dan tinggi 16,5 m2. Setelah itu, giliran jembatan Tuanku Tambusai. Penyambung Pulau Rempang-Pulau Galang ini terbentang sepanjang 385 m2, bentang 245 m2, dan tinggi 31 m2. Jembatan keenam dinamai Raja Kecil. Dengan panjang 180 m2, bentang 45 m2 dan tinggi 9,5 m2, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru terghubungkan.

tak jarang diakhir pekan baik turis lokal maupun manca negara selalu ramai mengunjungi tempat wisata ini, karena disekitar jembatan ini anda bisa juga berwisata kuliner dengan beragam makanan seafood yang sangat menggoda, buat anda yang punya rencana mengunjungi pulau ini, jangan lupa untuk mengunjungi jembatan barelang. jembatan yang diidentikkan dengan pulau Batam.





Motivasi “Kalajengking”

6 10 2010

Seekor Kalajengking ingin melintasi sebuah sungai, akan tetapi si Kalajengking tentu saja tidak bisa berenang. Setelah berjalan kesana kemari, lalu akhirnya ia bertemu dengan seekor Katak.

“Tuan Katak, bisakah engkau membawaku dipunggungmu untuk menyeberangi sungai ini?” pinta si Kalajengking. “Sebenarnya aku mau” jawab si Katak. “Tapi sepertinya dalam kondisi ini, aku harus menolak. Kamu bisa saja menyengatku saat aku berenang membawamu ke seberang”. “Tidak mungkin aku melakukan itu, aku tidak tertarik menyengatmu, karena kalau kusengat kau akan mati, dan kita akan tenggelam bersama” jawab si Kalajengking. Meskipun si Katak sangat mengetahui betapa berbahayanya si Kalajengking, tapi penjelasan yang disampaikan oleh si Kalajengking menurutnya masuk akal. “hmmm iya, jika dia menyengatku maka dia pun juga akan mati karena tenggelam, tidak ada untungnya buat dia” begitu kira-kira pemikiran si Katak.

Akhirnya si Katak setuju. Si Kalajengking langsung naik ke punggung si Katak, dan si Katak pun berenang. Akan tetapi begitu mereka mencapai pertengahan sungai, si Kalajengking menggoyangkan ekornya dan menyengat si Katak. “Arrrrggggghhhhh kenapa engkau menyengatku? Sekarang aku akan mati dan kau akan tenggelam di sungai ini” “Aku tahu” jawab si Kalajengking saat dia mulai perlahan-lahan tenggelam di tengah sungai. “Tapi aku Kalajengking, aku harus menyengatmu, itu sudah sifatku”

”Apa yang salah dalam cerita ini?”

Kalajengking dalam cerita ini melukiskan bagaimana setiap makhluk mempunyai kekuatan. Sengatan adalah kekuatan alami kalajengking. Walaupun ada upaya membatasi, kekuatan tak akan hilang begitu saja. Kekuatan itu akan mencari jalan untuk menampilkan diri. Sebuah kekuatan alami akan mencari jalannya sendiri. Apa kekuatan alami anda? Apa kekuatan alami anak anda? Apa kekuatan alami bawahan anda? Apakah kita sudah mengapresiasi kekuatan alami diri kita dan orang lain?

Dalam kenyataannya, apresiasi atas kekuatan alami biasanya hanya di awal relasi. Ketika pertama bekerja, kita biasanya kagum dengan kekuatan alami atasan atau bawahan kita. Ketika masih bayi, kita kagum dengan kekuatan alami anak kita. Sayangnya, itu hanya sebentar saja. Ketika anak kita masuk SD, ketika anak kita mendapat raport, kita akan mulai beralih fokus pada kelemahan anak kita. Kita lebih fokus pada nilai berwarna merah atau yang buruk. Semisal, nilai matematika. Kita diskusikan persoalan nilai itu dan bahkan bila perlu mengirim anak kita mengikuti les matematika. Harapannya, nilai anak kita akan jadi lebih baik.
Fokus pada nilai buruk membuat kita melupakan kekuatan alami anak kita. Padahal raport itu sebenarnya sudah menampilkannya. Kita justru membuat anak kita bergelut lebih lama dengan kelemahannya. Dan kehabisan waktu untuk mengembangkan kekuatannya. Anak kita yang kekuatan alaminya, semisal pada kemampuan berbahasa, sama sekali tidak mendapatkan kesempatan mengembangkannya.

Apa yang terjadi kemudian? Kekuatan alaminya akan sia-sia. Kekuatan alami itu akan tampil dalam bentuk-bentuk yang justru tidak bisa kita terima. Bahkan, bisa jadi anak kita tumbuh berkembang menjadi orang lain. Tidak percaya diri. Tidak yakin dengan kemampuan dirinya. Pola serupa terjadi dalam dunia kerja. Ketika awal kagum pada kehebatan bawahan kita. Sampai kemudian datang saatnya penilaian kinerja dan bawahan kita tidak mencapai target kinerja. Kita mulai tergoda untuk mencari kelemahannya dan berusaha memperbaiki kelemahan itu. Segala upaya dilakukan. Dengan sendirinya, kita akan menyia-nyiakan kekuatan alami bawahan kita.

Sistem yang kita bangun saat ini memang memperlakukan semua orang itu sama. Anak harus baik nilainya di semua pelajaran. Karyawan kita mencapai sasaran kinerja dengan cara yang sama. Sistem yang tidak menghargai kekuatan alami orang-orang didalamnya. Jangankan mengapresiasi orang, pilihan seseorang pun tidak tidak dihargai.

Apa yang terjadi kemudian? Seperti kisah kalajengking itu, terjadilah kekerasan dan konflik dengan berbagai bentuknya, bisa fisik, psikologis, maupun sosial.

Apa pelajarannya? Kenali dan apresiasi kekuatan alami kita! Kenali dan apresiasi kekuatan alami orang lain!

semoga bermanfaat





Hope “Harapan”

30 09 2010

Ada empat hal yang penting yang kadang kita kurang bisa menjaganya…dan apabila kita tidak bisa menjaganya maka dia akan lenyap satu demi satu …
empat hal yang penting itu adalah 4 LILIN…

Ada 4 lilin yang Menyala Di Dalam Sebuah Kamar,
Sedikit Demi Sedikit Lilin tersebut Habis Meleleh dan
Suasana Terasa Begitu Sunyi sehingga Terdengarlah Percakapan Mereka.

Aku adalah “DAMAI“.
Namun Manusia TAK MAMPU MENJAGAKU :
maka Lebih Baik aku MEMATIKAN DIRIKU SAJA !”
Demikianlah Sedikit demi sedikit sang Lilin Damai Padam.

Aku adalah “IMAN“.
Sayang aku TAK BERGUNA Lagi.
Manusia TAK MAU MENGENALKU,
untuk itulah Tak Ada Gunanya aku Tetap Menyala.”
Begitu selesai Bicara, Tiupan Angin Memadamkan Lilin Iman tersebut.

Dengan Sedih giliran Ketiga Berbicara :
Aku adalah “CINTA“.
TAK MAMPU Lagi aku Untuk TETAP MENYALA.
Manusia TIDAK LAGI MEMANDANG dan MENGANGGAPKU BERGUNA.
Mereka SALING MEMBENCI, MEMFITNAH, MENGHINA
bahkan Membenci Mereka yang Mencintainya, Membenci Keluarganya.”
Tanpa Menunggu Waktu Lama, maka Matilah Lilin Cinta tersebut.

Tanpa terduga….

ANAK Pemilik Rumah itu Masuk ke dalam Kamar untuk mengambil
‘BENDA-benda’ Milik-Nya di sana, dan Melihat Ketiga Lilin Telah Padam.
Karena dia Tidak Bisa Melihat Jelas Dalam Gelap, ia berkata :
”Eh..Apa yang Terjadi ?
Kalian Harus Tetap Menyala, Aku Tidak Mau RUMAH-ku Gelap !”

Dengan Mata Bersinar, sang Anak mengambil Lilin HARAPAN,
lalu Menyalakan Kembali Ketiga Lilin lainnya.

APA YANG TIDAK PERNAH MATI HANYALAH “HARAPAN”.
HARAPAN yang ADA DALAM HATI KITA.
Dan Masing-masing dari kita Dapat Menjadi ALAT Seperti Anak tersebut,
yang Dalam SITUASI APAPUN MAMPU MENGHIDUPKAN KEMBALI
IMAN, DAMAI, CINTA DENGAN HARAPAN – NYA.

Maka dari itu Sahabatku….janganlah kita kehilangan HARAPAN, karena apabila kita sudah kehilangan Harapan akan layulah kehidupannya, dia akan putus asa ditelan masa..

Milikilah HARAPAN, Anda akan mendapatkan kembali DAMAI, IMAN dan CINTA….

Semoga HARAPAN ITU MASIH ADA…
——————–





Industri Kreatif

28 04 2010

<div style=”width:425px” id=”__ss_431905″><strong style=”display:block;margin:12px 0 4px”><a href=”http://www.slideshare.net/togar/industri-kreatif-riset-dan-pengembangan” title=”Industri Kreatif Riset dan Pengembangan”>Industri Kreatif Riset dan Pengembangan</a></strong><object width=”425″ height=”355″><param name=”movie” value=”http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=industrikreatifrisetdanpengembangan-1211940221444366-9&rel=0&stripped_title=industri-kreatif-riset-dan-pengembangan” /><param name=”allowFullScreen” value=”true”/><param name=”allowScriptAccess” value=”always”/><embed src=”http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=industrikreatifrisetdanpengembangan-1211940221444366-9&rel=0&stripped_title=industri-kreatif-riset-dan-pengembangan” type=”application/x-shockwave-flash” allowscriptaccess=”always” allowfullscreen=”true” width=”425″ height=”355″></embed></object><div style=”padding:5px 0 12px”>View more <a href=”http://www.slideshare.net/”>presentations</a> from <a href=”http://www.slideshare.net/togar”>Togar Simatupang</a>.</div></div>





Film Luar Versi Padang

29 03 2010

Film Luar Versi Padang

Enemy at the Gates — Lah tibo lawan di pintu…
Batman Forever — Kalalauang
Remember the Titans — Lai Takana jo si Titan
The Italian Job — Karajo maliang
Die Hard — Payah matinyo
Die Hard II — Alun Juo Mati Lai…?
Die Hard III With A Vengeance — Ondeh Mandeh.. ndak juo mati mati doh…?
Bad Boys — Anak Kalera
Sleepless in Seattle — Mangantuak..
Lost in Space — Ilang di awang awang
Brokeback Mountain — Gunuang patah tulang
lCheaper by Dozens — Bali salusin tambah murah..
You’ve got Mail — Ado surek tuh ha…
Paycheck — Pitih Gaji
Independence Day — Hari Rayo
The Day After Tomorrow — Saisuak
Die Another Day — Ndak kini matinyo..?
There is Something About Marry — Manga si Merry yo..?
Silence of the Lamb — Kambiang pangambok
All The Pretty Horses — Kudonyo rancak-rancak
Planet of the Apes — Planet Siamang
Gone in Sixty Seconds — Barangkek lah waang Lai
Original Sin — Sabana-bana doso…
Mummy Returns — Lah Baliak si One tadi..?
Crash — Balago kambiang
Copycat — Kopi Kuciang
Seabiscuit — Makan Biskuit di Lauik
Freddy vs Jason — Bacakak
Just in Heaven — Lah di Surgo
Air Bud — aia si Budi
How To Lose A Guy in 10 Days — Baa caronyo manyipak urang..
Lord Of The Ring — Juragan batu cincin
Deep Impact — Taraso dalamnyo
Million Dollar Baby — Anak Rangkayo
Blackhawk Down — Buruang itam si Don
Saving Private Ryan — Mahagia les ka si Ryan
Dumb and Dumber — Pakak jo sabana Pandia..
http://ketawa.com/humor-lucu/det/5459/film_luar_versi_padang.html




GB

11 03 2010

http://survey.gayabebas.com/?r=ajinfey0214








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.