BAGIAN 4
BULAN, BINTANG
Dalam kesendiriannya abe bergumam dalam hati,.. “ku tunjuk sebuah bintang yang paling terang,… dialah bintang yang menemaniku di temaram sinar bulan, terlihat tenang berkelip dengan dengungan suara jengkrik menambah hikmatnya malam itu,.
Aku sendiri,..
Duduk diatas sebuah batu dengan menyandarkan kepalaku sambil menegadah keatas langit, tak bosan ku melihat bintang,..
beberapa waktu ini aku tak melihat bintang yang seperti dulu, atukah dia sembunyi di balik awan, ataukah dia malu mempakkan kerlipannya yang begitu indah, mungkin dia lagi tak ingin dilihat, dia sembunyi di balik awan,..
sudah beberapa hari ini cuaca tidak bersahabat, langit yang biasa indah dan sedap dipandang mata kini sedang menangis menitikkan air mata, tak deras memang, tapi itu sudah cukup menghalangi sang bulan dan bintang untuk bersinar terang di kala senja menyambut malam,..
tak seperti biasa malam ini jeritan kodok yang berkonfoi dan bersahut-sahutan berdendang seakan tak kan merasa puas kalau pagi belum benar-benar datang. kasihan jangkrik-jangkrik itu, tak lagi menemani malamku. aku rindu suasana yang dulu”,..
Tersadar dari lamunannya yang mengingatkan akan suatu hal yang menggelitik hatinya, abe tersenyum simpul sendiri seakan benar-benar berbicara pada bintang, ah,.. itu haya bagian dari sejarah hidupku”dalam hati lagi abe berkata” ,…..
,…….






jan merenung jo lai beng….
kasian sngt lah budak ni…..
kalo nanti nangis hapus sendiri air mata dan ingusnya yah
hehehhehhee
Wkakakakakaka,…
tak mungkin lah aku nak nangis, macem lagi sndirian di rumah,…, ne lagi di kantor,…